tesis teman

15 Maret 2010

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA
YANG MENGIKUTI DAN YANG TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN KEPUTRIAN PADA BIDANG
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMU NEGERI 1 MAJALENGKA

S K R I P S I
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam
Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon

MILA DIANA
No. Pokok. 97711007

C I R E B O N
2003 M./1423 H.

D A F T A R I S I

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
2. Pembatasan Masalah
3. Pertanyaan Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Kerangka Pemikiran
E. Hipotesis
F. Langkah-langkah Penelitian
BAB II PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, PRESTASI BELAJAR,
DAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
A. Pengertian, Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
B. Prestasi Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya
C. Kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka
D. Keterkaitan antara Kegiatan Keputrian dengan Pengajaran
Pendidikan Agama Islam
BAB III KONDISI OBYEKTIF SMU NEGERI 1 MAJALENGKA
KABUPATEN MAJALENGKA
A. Sejarah Berdiri dan Perkembangannya
B. Keadaan Guru dan Siswa
C. Sarana dan Fasilitas
D. Kegiatan Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam
E. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas II
BAB IV KEGIATAN KEPUTRIAN DALAM MENUNJANG
PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI
SMU NEGERI 1 MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA
A. Keadaan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang mengikuti kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
B. Keadaan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang tidak mengikuti kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
C. Perbandingan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang mengikuti kegiatan Keputrian dengan yang tidak mengikuti.
BAB V KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

youtube.com/watch?v=ZiX5uPdNgXs

B A B I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang Masalah
Manusia adalah mahluk Allah SWT. yang dikaruniai akal untuk berpikir. Sehingga hal ini menjadikan manusia sebagai makhluk mulia dan diserahi tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. Namun tugas sebagai khalifah ini tidak mudah seiring dengan potensi yang dimiliki manusia untuk berbuat baik dan buruk. Untuk dapat mewujudkan pribadi yang baik dan benar dalam rangka mendukung suksesnya tugas sebagai khalifah ini, seorang muslim harus dapat mempertahankan kemuliaannya salah satu caranya adalah dengan menuntut ilmu dalam waktu yang tidak terbatas selama hayat di kandung badan.
“ Faktor terbesar yang membuat mahluk manusia itu mulia adalah karena ia berilmu, ia dapat hidup tenang dan tenteram karena memiliki ilmu dan menggunakan ilmunya . Ia dapat mengusai alam ini dengan ilmunya iman dan taqwa dapat meningkat dengan ilmu juga, “ (Dzakiah Daradjat :1996 : 7) .

Sedangkan ilmu yang harus dimilki oleh setiap muslim dalam usahanya mencapai keberhasilan hidup di dunia dan akhirat diantaranya adalah melalui Pendidikan Agama Islam.Sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan pembahasan tentang betapa pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi seorang muslim bahkan penanamannyapun harus dilakukan sejak dini.
“Pendidikan agama sebagai suatu proses ikhtiariah manusia merupakan proses penanaman, pengembangan, dan pemantapan nilai-nilai keimanan yang menjadi fondamen mental spiritual manusia darimana sikap dan tingkah lakunya termanisfestasikan menurut kaidah-kaidah agamanya.” (H.M Arifin : 1995 : 214)

Sebagai disiplin ilmu , pelaksanaan pendidikan baik di jalur sekolah maupun di luar sekolah pada hakekatnya diarahkan untuk membentuk manusia agar memiliki kepribadian yang mencakup segi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Di sekolah, Pendidikan Agama Islam merupakan tanggung jawab guru Pendidikan agama Islam. Seorang guru dikatakan berkualitas apabila ia dapat menampilkan kelakuan yang baik dalam usaha mengajarnya. Dalam hal ini diantaranya dengan mengusahakan suatu hubungan timbal balik antara guru dengan murid dalam suatu sistem pengajaran . Karena tercapainya tujuan proses belajar dan mengajar yang baik dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran, memerlukan terciptanya interaksi yang baik antara guru yang mengajar dengan murid yang belajar. Hal ini mengingat tidak mudahnya mewujudkan tujuan pendidikan yaitu :
“Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan,” (UUSPN : 1989 : 4).

Tersedianya sarana waktu merupakan salah satu komponen dasar dalam proses belajar mengajar. Semua mata pelajaran yang diberikan di setiap jenjang pendidikan sudah tentu telah disesuaikan dengan alokasi waktu yang memadai, termasuk Pendidikan Agama Islam.
Salah satu jenjang pendidikan yang juga memasukkan Pendidikan Agama Islam ke dalam kurikulumnya adalah jenjang pendidikan Sekolah Menengah Umum. Namun penyediaan waktunya yang hanya 2 (dua) jam pelajaran dalam seminggu ini, kurang bisa memberikan hasil yang memuaskan sehingga hal ini menjadikan alasan bagi SMU Negeri 1 Majalengka untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang diharapkan bisa membantu siswa untuk lebih memahami materi pelajaran serta mendukung pencapaian prestasi siswa lebi baik lagi.
Berdasarkan studi pendahuluan, di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka, diselenggarakan suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diberi nama Keputrian. Kegiatan ini diikuti oleh siswa putri saja itupun didominasi oleh kelas 2. Materi yang diberikan, selain mengacu pada kurikulum Pendidikan Agama Islam juga diberi tambahan lain. Dengan demikian yang menjadi masalah penelitian adalah apakah ada perbedaan atau tidak antara siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak mengikuti , dalam prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di SMU Negeri 1 Majalengka kabupaten Majalengka.

B. Perumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini terbagi ke dalam 3 bagian yaitu :
1. Identifikasi masalah
a. Wilayah penelitian dalam penulisan ini adalah menyangkut evaluasi pendidikan.
b. Pendekatan penelitian yang dilaksanakan adalah dengan cara pendekatan empirik yakni berkenaan dengan perbandingan prestasi belajar siswa antara yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak mengikuti dalam bidang studi Pendidikan agama Islam kelas 2 di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
c. Jenis masalah dalam skripsi ini adalah perbandingan prestasi antara siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak mengikuti dalam bidang studi Pendidikan agama Islam kelas 2 di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
2. Pembatasan Masalah
Dalam hal ini penulis memberikan batasan yaitu :
a. Kegiatan keputrian yang dimaksud adalah kegiatan tambahan dalam bidang Pendidikan Agama Islam yang diikuti oleh siswa putri.
b. Prestasi belajar yang dimaksud adalah penilaian akhir terhadap kemampuan siswa dalam menguasai bahan pengajaran yang telah diberikan.
c. Pendidikan Agama Islam yang dimaksud adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diberikan di sekolah.
3. Pertanyaan Penelitian
Dari permasalahan di atas, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian
sebagai berikut :
1. Bagaimanakah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang mengikuti kegiatan keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka ?
2. Bagaimanakah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang tidak mengikuti kegiatan keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka ?
3. Bagaimanakah perbandingan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang mengikuti kegiatan keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka .
2. Untuk mengetahui prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II yang tidak mengikuti kegiatan keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
3. Untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak .

D. Kerangka Pemikiran
“Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan di luar struktur program dilaksanakan di luar jam pelajaran biasa agar memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan siswa”. (B. Suryo Subroto :1997:27)

Kegiatan keputrian adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh Rohis di Sekolah Menengah Umum untuk mengarahkan siswa agar lebih memahami agama Islam dengan baik. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara pemberian materi dan keterampilan yang pada hakikatnya bukanlah semata-mata transformasi pengetahuan bagi peserta didik, akan tetapi juga harus menyangkut aspek sikap dan kesadaran beragama maupun aspek keinginan untuk mengamalkannya ditengah-tengah lingkungan pergaulan, maupun di lingkungan masyarakatnya.
“Prestasi belajar sebagai kemampuaan-kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa ia menerima pengalaman belajar”. (Nana Sudjana : 1999 : 22).

Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar misalnya : lingkungan sekolah, lingkungan rumah, pribadi siswa itu sendiri, pergaulan siswa sehari-hari, dan pengalaman di Sekolah. Sedangkan apabila dilihat dari guru sebagai fokus, faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa ini adalah : kurikulum, metode, sarana dan konteks. Dan biasanya, kegiatan ekstrakurikuler disusun bersamaan dengan penyusunan kisi-kisi kurikulum dan materi pelajaran.
Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk menigkatkan kemampuan siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Juga sebagai sarana untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif. Disamping itu, bagi siwa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berhak atas nilai yang dinyatakan dalam Raport. Bahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelajaran di Sekolah dan kelulusan siswapun dipengaruhi oleh aktivitasnya dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Sistematika kerangka pemikiran ini, penulis gambarkan dalam skema berikut :

E. Hipotesis

Siswa yang mengikuti kegiatan keputrian akan mempunyai prestasi belajar Pendidikan Agama Islam lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti.
F. Langkah-langkah Penelitian

Dalam penelitian ini , penulis menentukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data
Berdasarkan jenisnya data penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif .Data kualitatif dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara serta akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan logika. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan menggunakan studi dokumentasi serta akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan statistik sederhan
Berdasarkan sifatnya, data dalam penelitian ini bersumber dari :
1).Data teoritik, diambil dari buku yang ada relevansinya dengan judul skripsi ini.
2).Data empirik, diambil dari lapangan / lokasi penelitian, yaitu dari Kepala Sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, Staf karyawan TU dan para siswa kelas II SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
c.Populasi dan Sampel
1) Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas II semester 1 pada tahun pelajaran 2002/2003 SMU Negeri 1 Majalengka yang berjumlah 228 orang dari 9 kelas yang ada.
2) Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa yang diambil secara acak (random) jumlah ini setara dengan 40 % dari
jumlah siswi yang seluruhnya berjumlah 228 siswi. Sampel dibagi dua
satu kelas peserta keputrian dan satu kelas lagi bukan peserta
keputrian.Hal ini didasarkan pada pendapat Suharsimi Arikunto(1996 : 120) tentang sampling random.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik-teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah :
a. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang bersifat teoritik dari
buku-buku yang berhubungan dengan masalah-masalah yang diteliti.
b. Observasi, yaitu pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lokasi yang diteliti.
c. Studi dokumentasi, yaitu menginventarisasi data-data dari dokumen-dokumen atau catatan yang berhubungan dengan masalah penelitian.
d. Wawancara, yaitu dialog sepihak dengan Kepala Sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas II SMU Negeri 1 Majalengka Kabupaten Majalengka.
3. Teknik Analisis Data
a. Menggunakan logika
Untuk jenis data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara akan dianalisis dengan menggunakan logika.
b. Mengumpulkan data nilai siswi yang mengikuti keputrian dengan yang tidak mengikuti, kemudian menghitung rata-rata nilai dari masing-masing kelompok tersebut dengan menggunakan rumus :

Mx = Fx Keterangan :
N Mx = Mean yang kita cari
Fx = Jumlah dari hasil perkalian
Antara masing-masing sekor
Dengan frekuensinya
N = Number of cases

c. Menggunakan Rumus tes “t”
Rumus : t = M1-M2
SE M1-M2
Keterangan :
t = Harga kritik
M1 = Mean Variabel X
M2 = Mean Variabel Y
SE M1-M2 = Standar error perbedaan mean variabel X dan mean variabel Y.
(Anas Sudijono, 1999 : 269).

BAB II
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, PRESTASI BELAJAR DAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

A. Pengertian, Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Secara etimologis, pendidikan adalah terjemah dari kata paedagogik. Paed berarti anak, agog berarti ilmu, jadi pengertian pendidikan secara bahasa ialah ilmu tentang anak. Dalam bahasa Inggris pendidikan diterjemahklan menjadi education berasal dari bahasa Yunani. Educare yang berarti membawa keluar yang tersimpan dalam jiwa, untuk dituntun agar tumbuh dan berkembang.
Ahmad Tafsir (1995 : 6) berpendapat bahwa pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Dalam arti yang melibatkan guru maupun tidak melibatkan guru, pendidikan formal maupun nonformal serta informal, dan segi yang dibina adalah seluruh aspek kepribadian.
Sedangkan menurut Marimba (1989: 19) pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Pengertian di atas adalah bahwa pendidikan merupakan proses pemberian bimbingan atau bantuan yang dilakukan secara sadar oleh orang dewasa terhadap anak agar berkembang jasmani dan rohaninya menuju kedewasaan.
Secara etimologis, kata Islam memiliki banyak pengertian antara lain :
1. Kata Islam yang berasal dari kata kerja aslama (أَسْلَمَ ) yuslimu (يُسْلِمُ) dengan pengertian menyerahkan diri, menyelamatkan diri, taat, patuh dan tunduk.
2. Kalau dilihat dari segi kata dasar salima (سَلِمَ ) mengandung pengertian antara lain ; Selamat, sejahtera, bersih, dan bebas dari cacat/cela.
3. Sedangkan kalau dilihat dari kata dasar salam (سَلَمْ) berarti damai, aman, dan tenteram, (Zuhairini : 1992 :35).
Dengan demikian, Islam diartikan sebagai agama yang mengajak umat manusia untuk menempuh jalan keselamatan, dengan jalan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan melaksanakan dengan penuh kepatuhan dan ketaatan akan segala ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh-Nya, untuk mencapai kesejahteraan dan kesentausaan hidup dengan penuh keamanan dan kedamaian.
Dari pengertian pendidikan dan pengertian Islam di atas, muncul beberapa pengertian pendidikan islam dalam rumusan-rumusan yang berbeda yaitu : Ahmad Tafsir (1992 : 32) mengemukakan bahwa pendidikan Islam ialah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran islam. Sedangkan menurut Zuhairini (1995:!52) pendidikan Islam adalah usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran islam, atau suatu upaya dengan ajaran islam memikir, memutuskan dan berbuat berdasarkan nilai-nilai islam.
Dari pengertian-pengertian pendidikan islam di atas, pada hakekatnya memilki makna yang sama yaitu adanya proses pemberian bimbingan dari orang dewasa kepada anak agar menjadi pribadi yang utama berdasarkan nilai-nilai agama islam.

2. Tujuan Pendidikan Islam
Pendidikan adalah suatu kegiatan yang sadar akan tujuan. Dengan demikian tujuan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegaiatan pendidikan . Menurut Hasan Langgulung ( 1986 : 67) tujuan pendidikan islam adalah pembentukan pribadi khalifah bagi anak didik yang memilki fitrah , roh disamping badan, kemauan yang bebas, dan akal. Sedangkan Ahmad Tafsir menyebutkan bahwa tujuan umum pendidikan islam ialah Muslim yang sempurna, atau manusia yang taqwa, atau manusia yang beribadah kepada Allah s.w.t.
Sebagaimana firman Allah dalam Qur’an Surat Al-Dzariyat ayat 56

Artinya : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku,” (Hasybi Asysyidiqi : 862 ).
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkanbahwa pendidikan islam adalah bertujuan membentuk muslim yang sempurna yang memiliki :
1. Jasmani yang sehat dan kuat
2. Akalnya cerdas serta pandai
3. Hatinya taqwa kepada Allah

3. Dasar Pendidikan Islam
Sebagai aktifitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian, tentunya pendidikan islam memerlukan landasan kerja untuk memberi arah bagi programnya . Dalam hal ini dasar pendidikan agama islam adalah Al-Qur’an dan Hadits. Dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 52 Allah berfirman :

Artinya : “Dan demikian Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an)dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah alkitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya yang kami beri petunjuk dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang benar.”
Hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya :
“Sesungguhnya orang Mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta menasihati pula akan dirinya sendiri, menaruh perhatian serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia. “

Dari ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi di atas dapat diambil titik relevansinya dengan atau sebagai dasar pendidikan agama, yaitu :
1. Bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk ke arah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk ke arah jalan yang diridloi Allah swt.
2. Menurut Hadits Nabi, bahwa diantara sifat orang mu’min ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan islam.
3. Al-Qur’an dan Hadits tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan dan pendidikan islam. (Zuhairini : 1992 : 153).
Disamping Al-Qur’an dan Hadits, di Indonesia secara formal pendidikan mempunyai dasar dan landasan yang kuat yaitu pancasila yang merupakan dasar setiap tingkah laku dan kegiatan bangsa Indonesia dan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila yang pertama. Dasar pokok pendidikan itu menegaskan bahwa pendidikan itu adalah untuk mendidik akhlaq dan jiwa mereka. Juga harus ditanamkan rasa keutamaan, membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi.
( Jalaluddin : 1997 : 119).

B. Pengertian Prestasi Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
Istilah prestasi belajar terdiri dari dua kata , yaitu prestasi dan belajar. Dalam kamus bahasa Indonesia kontemporer (1991 : 1190) disebutkan bahwa prestasi adalah hasil yang diperoleh dari sesuatu yang dilakukan . Menurut Witherington (dalam M. Ngalim Purwanto : 1998 :84) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan , sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
Dari definisi di atas mengisyaratkan bahwa belajar merupakan suatu proses aktivitas yang dapat membawa perubahan pada individu , baik dari segi kebiasaan, pengetahuan maupun sikap. Seseorang belajar kalau ada perubahan dari tidak tahu menjadi tahu , dalam menguasai ilmu pengetahuan. Lalu apakah prestasi belajar itu ?
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Dan untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar telah dicapai, maka harus dilakukan penilaian hasil belajar. Menurut Nana Sudjana (1989 : 3) bahwa penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hasil belajar siswa pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup tiga bidang yaitu bidang kognitif, apektif, dan psikomotorik, yang kesemuanya itu saling berhubungan satu sama lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi belajar ialah hasil yang telah dicapai dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor itu ada yang berasal dari dalam diri anak maupun dari luar dirinya. Roestiyah N.K (1982 : 159) mengklasifikasikan faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut :
a. Faktor Internal, ialah faktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri. Seperti kesehatan, rasa aman, kemampuan, minat dan sebagainya. Faktor ini berujud juga sebagai kebutuhan dari anak itu.
b. Faktor External , ialah faktor yang datang dari luar diri si anak Seperti kebersihan rumah, udara yang panas, lingkungan dan sebagainya.
Lebih lanjut lagi , Slameto (1995 : 54) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan , yaitu faktor intern dan faktor ekstern .
1. Faktor Intern
a. Faktor jasmaniah , yang meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh.
b. Faktor psikologis, meliputi intelegensi, minat, bakat, motif dan kesiapan.
c. Faktor kelelahan.
2. Faktor Ekstern
a. Faktor keluarga, yang mencakup bagaimana orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.
b. Faktor sekolah, meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah dan sebagainya.
c. Faktor masyarakat , meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, mas media dan teman bergaul.
Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1992 : 107) bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar pada setiap orang adalah :
1. Faktor Luar
a. Lingkungan : alam, sosial.
b. Instrumental : kurikulum/bahan pelajaran, guru/pengajar, sarana dan fasilitas, administrasi/manajemen.
2. Faktor Dalam
a. Fisiologi : kondisi fisik, kondisi panca indera.
b. Psikologi : bakat, minat, kecerdasan, motivasi, kemampuan kognitif.
Di dalam keseluruhan ini, maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil / out put yang dikehendaki, karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana proses belajar mengajar itu akan terjadi dalam diri si pelajar.

C. Keterkaitan Antara Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Pengajaran Pendidikan Agama Islam
Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya olah raga, kesenian, berbagaimacam keterampilan,tak terkecuali Pendidikan Agama Islam, yang dilaksanakan di sekolah di luar jam pelajaran biasa.
Kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan seperangkat pengalaman belajar memiliki nilai-nilai manfaat bagi pembentukan kepribadian siswa. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini adalah :
(1). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan siswa beraspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
(2). Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif.
(3). Dapat mengetahui, mengenal serta membedakan antara hubungan satu pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
Mengenai prinsip –prinsip program ekstrakurikuler, diantaranya adalah :
1. Semua murid, guru dan personel administrasi hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
2. Kerjasama dalam tim adalah fundamental
3. Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
4. Prosesnya adalah lebih penting daripada hasil.

5. Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang, dapat memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
6. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
7. Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
8. Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
9. Kegiatan ekstrakurikuler ini hendaknya dipandang sebagai integral dari keseluruhan program pendidikan di sekolah, tidak sekedar tambahan atau sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.
Partisipasi dari semua pihak di lingkungan sekolah sangat membantu terlaksananya program ekstrakurikuler ini, partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosi serta pisik anggota dalam memberikan inisiatif terhadap kegiatan-kegiatan yang dilancarkan oleh organisasi serta mendukung pencapaian tujuan dan bertanggung jawab atas keterlibatannya.
Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler akan memberikan manfaat yang penting bagi keberhasilan tujuan program itu sendiri yaitu : lebih memungkinkan diperolehnya keputusan yang benar karena banyaknya sumbangan pikiran, pengembangan potensi diri dan kreativitas, adanya penerimaan yang besar terhadap perintah yang diberikan dan adanya perasaan diperlukan, dan melatih untuk bertanggung jawab serta mendorong untuk membangun kepentingan bersama. Jadi jelaslah bahwa faktor partisipasi dalam kehidupan organisasi kerja seperti sekolah dalam bentuk program ekstrakurikuler adalah penting karena berpengaruh positif bagi kepemimpinan guru dan kepala sekolah serta peningkatan program pendidikan.
Sedangkan yang dapat mempengaruhi partisipasi siswa dalam suatu program antara lain adalah adanya daya tarik dari objek yang bersangkutan, karena diperintahkan untuk berpartisipasi, dan adanya manfaat bagi dirinya. Dengan demikian kegiatan ekstrakurikuler sebagai organisasi siswa di sekolah, agar dapat melibatkan semua siswa di sekolah,harus menyelenggarakan jenis kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan memiliki kemanfaatan bagi dirinya sebagai sarana pendewasaan diri dan penyaluran bakat-bakat potensial mereka.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah akan memberikan banyak manfaat tidak hanya terhadap siswa, tetapi juga bagi efektivitas penyeleggaraan pendidikan di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa, bagi pengembangan kurikulum dan bagi masyarakat. Karena pada dasarnya penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler dalam dunia persekolahan ditujukan membangkitkan semangat , dinamika dan optimisme siswa sehingga mereka mencintai sekolahnya dan menyadari posisinya di tengah-tengah masyarakat.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa kegiatan ekstrakurikuler khususnya yang berhubungan dengan pelajaran, memiliki keterkaitan dengan pengajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Hal ini juga sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah lanjutan seperti yang di tulis (Zakiah Daradjat :1995 :96) bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah lanjutan adalah memberikan bekal agama Islam lebih lanjut, dalam rangka pengamalan, dan penghayatannya dalam kehidupan, pendidikan Agama Islam diberikan secara mendalam . Di samping itu diberikan pula nilai-nilai agama islam dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan hubungan manusia dengan alam. Serta mulai diberikan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, perlu pula diperluas pengetahuan tentang hubungan agama dengan ilmu pengetahuan dan dengan kepentingan masyarakat.

BAB III
KONDISI OBYEKTIF SMU NEGERI I MAJALENGKA
KABUPATEN MAJALENGKA

A. Sejarah Berdiri dan Perkembangan SMU Negeri I Majalengka Kabupaten Majalengka
Sekolah adalah suatu lembaga yang bertujuan mempersiapkan anak untuk hidup sebagai anggota masyarakat yang sanggup berpikir sendiri dan berbuat efektif. Sekolah Menengah Umum merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang ditetapkan sebagai program pemerintah agar setiap warga memiliki bekal pendidikan “Secara Formal” minimal pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Umum. Apalagi mengingat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin berkembang pesat dari hari ke hari. Dan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di perlakukan sarana pendidikan yang memadai.
Bertolak dari kepentingan tersebut, warga kota Majalengka merasakan kebutuhan akan keberadaan sebuah lembaga (sekolah) bagi putra-putri mereka untuk tingkat lanjutan Atas.
Disamping itu untuk menampung murid-murid yang telah lulus ujian akhir SMP Negeri tahun pengajaran 1960/1961, maka di pandang perlu dibuka SMA-. SMA Negeri baru untuk tahun pengajaran 1961/1962. akhirnya dimulailah kegiatan belajar mengajar di SMA dengan jumlah sebanyak empat kelas. Dan untuk sementara proses belajar mengajar berlangsung di SMA Kuningan, dengan pemberian nama SMA Negeri ABC. Tidak lama kemudian dibangunlah gedung baru untuk SMA tersebut dengan SK Pendirian Nomor : 135/S.K./III/ tanggal 29 Agustus sekaligus dengan mencantumkan status Negeri pada SMA itu.
Dalam perkembangannya SMU Negeri I Majalengka ini, dari sejak berdirinya sampai sekarang telah dipimpin oleh sepuluh orang yaitu:
1. Drs. Burdah Natadiwirja 1961 – 1966
2. A. Suwarmandirasastra, BA 1967 – 1975
3. Sirod, BA 1975 – 1977
4. Endi Suhenda, BA 1978 – 1980
5. Abdul Hamid Arief, BA 1981 – 1983
6. Shaali Wahju Ruswan, Ba 1984 – 1987
7. Drs. M. Djadja Kardja 1988 – 1990
8. H. Kuslan, BA 1991 – 1995
9. Drs. Atta Suharyat 1995 – 2000
10. Drs. Wahab Sudinata 2000 – Sekarang
Dalam perkembangan selanjutnya, SMU Negeri I Majalengka telah mengalami kemajuan dari tahun ketahun. Berkat kerjasama semua komponen di SMU ini, kini lembaga pendidikan ini telah menjadi SMU yang maju dan patut diperhitungkan di antara SMU – SMU yang ada di Kabupaten Majalengka bahkan di tingkat propinsi. Dan di usianya yang ke 41 tahun ini, SMU Negeri I Majalengka telah berdiri kokoh dengan sederetan prestasi yang patut dibanggakan. Bahkan prestasi sebagai “SMU yang bermutu tinggi” menjadi salah satu bukti tingginya penghargaan propinsi Jawa Barat terhadap lembaga pendidikan ini. Di tambah lagi dengan prestasi salah seorang kepala Sekolah yang kini sedang menjabat di SMU ini dengan penghargaan sebagai “Kepala Sekolah yang berprestasi tinggi” pada tahun 2002.

B. Letak Geografis
SMU Negeri I Majalengka memiliki gedung sendiri yang terletak cukup strategis. Bangunnya berdiri di atas tanah seluas ± 17.900 m2, dengan batas lingkungannya sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kavling warga SMU .
- Sebelah Timur berbatasan dengan perumahan penduduk.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan raya KH. Abdul Salim.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Majalengka.

C. Keadaan Guru, Karyawan dan Siswa
1. Keadaan Guru
Sebagaimana guru-guru di sekolah lainnya, guru-guru di SMU Negeri I Majalengka memiliki tanggung jawab dan tugas yang sama. Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu membina dan mengembalikan anak didik ke arah yang dicita-citakan oleh orang tua, masyarakat dan negara pada umumnya. Untuk itu, diperlukan guru-guru yang memiliki kemampuan dalam mendidik siswanya disamping syarat keilmuan mereka yang paling utama. Dalam hal ini SMU Negeri I Majalengka dapat dikategorikan telah memenuhi syarat tersebut. Guru-guru di Lembaga itu seluruhnya adalah lulusan dari Lembaga kependidikan tingkat Perguruan Tinggi, baik sarjana penuh maupun sarjana muda.
Untuk lebih jelasnya data tentang keadaan guru di SMU Negeri I Majalengka Kabupaten majalengka dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 1
KEADAAN GURU SMUN I MAJALENGKA
TAHUN PELAJARAN 2002 / 2003
NO NAMA JABATAN/GOL. PEND. / TH. MATA PELAJARAN
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5
6
7
8
9. Drs. Wahab Sudinata, MM
Drs. M. Muslim
Moh. Mahali, S.Pd
Dra. Tati Aries R.
Dra. Nani Suwarni
Drs. Asep Sutisna
Drs. Chaerul Huda AG
Drs. Ade Dodi Mardianto
Drs. Agus Sukmajaya Guru Pembina, IV/a
Guru Dewasa, IV/b
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a S.2 / 2000
S.1 / 1982
S.I /UT 1994
S.I/ IKIP 1978
S.I/IKIP 1983
S.I/IKIP 1985
S.I/IKIP 1983
S.I/IKIP 1986
S.I/IKIP 1985 Supervisi/PPKn
Agama Islam
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Ekonomi/Akuntansi
Ekonomi
Penjaskes
Penjaskes
1 2 3 4 5
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28. Dra. Nur Fitriah
Dra. Dede Sumiati
Dra. Anarita
Dra. Switri T.
Drs. Emi R. Alma
Drs. Omon Dede
Drs. Dedi Suarjono
Drs. H. Uton hartono SG
Nani Nuraeni, BA.
Drs. Zaenal Mutaqin
Dra. Rukian
Neni Yumaeni M,S.Pd.
Drs. Teja Sukmana, M.Pd.
Eer Maerah, S.Pd.
Obaj Sobari, BA
Rosiah Zakaria
Drs. E. Suganda
Khaerani
Imam Yustiarto, S.Pd. Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d S.I/IKIP 1982
S.I/IKIP 1979
S.I/IKIP 1985
S.I/IKIP 1987
S.I/IKIP 1988
S.I/IKIP 1990
S.I/IKIP 1985
S.I/Unswagati 1985
Sarmud/IKIP 1973
S.I/UT 1981
S.I/IKIP 1981
S.I/IKIP 1980
S.2/IKIP 2000
S.I/UNMA 2001
Sarmud/IKIP 1966
D3/IKIP 1983
S.I/STAI 1983
D.3/IKIP 11983
S.1/IKIP 1984 Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Sosiologi
Geografi
Ekonomi
Bahasa Inggris
Antropologi
BK / BP
Perpustakaan
Bahasa Indonesia
Ekonomi/Akuntansi
Ekonomi/Akuntansi
Geografi
BK / BP
Sejarah/ Nas. Budaya
SNU
Pendidikan Agama
Matematika
Matematika
1
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41. 2
Drs. Rostiyana
Widya Indriana
Edi Supriatna
Drs. Cucu Rukmadi
Endi Affandi, S.Pd.
Yani Mulyani, S.Pd.
Hamid Kamar, S.Pd.
Tedy Seriadi, S.Pd.
Drs. Didik Sedyadi
Yayan Maryanah, S.Pd.
Dian Riyanti Sutrisno
Wawan Ridwan, S.Pd
Dedeh Ratnadiana, S.Pd. 3
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/d
Guru Dewasa, III/c 4
S.I/UNPAS 1988
D.3/IKIP 1980
D.3/IKIP 1983
S.1/IKIP 1997
S.1/UT 2000
S/1UT 2001
S.I/UT 1994
S.I/UT 1997
S.I/IKIP 1989
S.I/UNMA 2001
D.3/IKIP 1986
S.I/IKIP 1987
S.1/IKIP 2001 5
Biologi
PMP
PMP
Bahasa Inggris
Fisika
Kimia
Kimia
Kimia
Matematika
Bahasa Indonesia
Penjaskes
Fisika
Bahasa Indonesia
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
1
49.
50.
51.
52.
53.
54. Yunus Mulyana, S.Pd.
Konok, S.Ag.
Dana Juanda
M. Eka Juniar A, S.Pd.
Ema Hermawati, S.Pd.
Dra. Ai Nurlina
Rojulin, S.Pd.
2
Drs. Benny Rubiandi
Drs. Henda Suhenda
Darmawan, S.Pd.
Drs. Nina Marliana
Tedi Gumilar, S.Pd.
Ela Nurlaela, S.Pd. Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
3
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Dewasa, III/c
Guru Madya, III/b S.I/UNMA 2001
S.I/STAI 1995
D.3/IKIP 1987
S.I/IKIP 1989
S.I/IKIP 1995
S.I/UNSIL 1991
S.I/IKIP 1993
4
S.I/IKIP 1991
S.I IKIP 1992
S.I/UT 1995
S.I/IKIP
S.I/IKIP 1994
S.I/IKIP 1991 Penjaskes
Pendidikan Agama
Kesenian
Matematika
Biologi
Matematika
Bahasa Indonesia
5
Kesenian
SNU
Matematika
Bahasan Indonesia
Fisika
Kimia
55. Rosa Darma Guru Madya, III/b D.3/IKIP 1990 Matematika
56.
57.
58.
59.
60.
62.
63.
64.
65. Dra. Farida Noorma
Momi Rosarita, L.S.Pd.
Euis Leli Dalilah, S.Pd.
Syarif Bastaman, BA
Teddi Kusnadi, S.Ag
Dede Putu S. Arga, S.Pd
Epi Sri Rahayu, S.Pd
M. Rachman, S.Pd
Despanora, S.Pd Guru Madya, III/b
Guru Madya, III/b
Guru Madya, III/b
Guru Dewasa, IV/a
Guru Dewasa, IV/a
S.I/IKIP 1993
S.I/IKIP 1994
S.I/UT 2000
Sarmud/IKIP 1970
S.I/STAI 1994
S.I/IKIP 2000
S.I/IKIP 2000
S.I/IKIP 1999
S.I/IKIP 2001 Bahasan Indonesia
Bahasa Jerman
Biologi
PPKn
Pendidikan Agama
Fisika
Biologi
Fisika
Bahasa Inggris
Sumber data TU SMUN I Majalengka Tahun Pelajaran 2002 / 2003
2. Keadaan Karyawan
SMUN I Majalengka memiliki beberapa orang karyawan yang bekerja membantu proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Mereka bekerja sama dengan guru-guru dan kepala sekolah terutama yang menyangkut administratif. Para keryawan tersebut lebih dikenal dengan Pegawai tata usaha sekolah.
Untuk lebih jelasnya data tentang keadaan karyawan ini dapat dilihat pada table berikut:

Tabel. 2
KEADAAN KARYAWAN SMUN I MAJALENGKA
TAHUN 2002 / 2003
NO NAMA JABATAN PEND./TH GOL. KET.
1 2 3 4 5 6
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
1
11.
12.
13. Rahmat Soleh
Imas Masnu’ah
Udin Sabarudin
Iman Sukiman P.
Djodjo Misdja
Hj. Popong Diah M.
Wawan Sukarwan
Karto
Komarudin
Mulyana
2
Ardja
Uus Kusmiati
Imas Masitoh Kepala TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
Staf TU
3
Penjaga
Staf TU
Perpustakaan SLTA, 1982
SLTA, 1979
SLTA, 1974
SLTA, 1984
SLTA, 1984
SLTA, 1996
SLTA 1993
ST. Mesin 1975
SLTA 2001
SD 1963
4
SD 1968
SPG 1988
YPPM 2000 III/a
III/b
III/a
III/a
II/d
II/c
II/b
II/b
II/b
II/a
5
I/b
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
6
-
Honorer
Honorer
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21. Alih Rusmaah
Neni Hendriyani
Sri Kania
Teti Erayati Ensa
Dian Budiyanti
Karwan
Maksum
Oman Somarhudi Bag. Kopgur
Perpus
Kop. Siswa
Kopgur
Kop. Siswa
Penjaga
Penjaga Penjaga SMEA 1996
Perpus 1998
SMEA 1998
SPG 1989
SLTA 1998
SD 1996
SD 1998
SD 1998
Honorer
Honorer
Honorer
Honorer
Honorer
Honorer
Honorer
Honorer

Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang baik diperlukan kerjasama diantara seluruh personil yang terdapat di SMU N I Majalengka mulai dari Kepala Sekolah, Staf Guru, Guru BP, para Pembina dan karyawan TU masing-masing bekerja sesuai dengan tugas dan kewajibannya dan yang pasti sesuai dengan koridor yang semestinya serta aturan main yang berlaku dan disepakati bersama.
Berdasarkan hal tersebut, untuk memperjelas dan memastikan jalur koordinasi antara satu personil dengan personil lainnya serta untuk menghindari terjadinya tumpang tindih tugas dan kewajiban diantara mereka, maka diperlukan adanya susunan Organisasi di SMUN I Majalengka. Mengenai susunan organisasi di SMUN I Majalengka dapat dilihat pada tabel berikut ini:
STRUKTUR ORGANISASI
SMU NEGERI I MAJALENGKA

3. Keadaan Siswa
Siswa merupakan salah satu syarat yang dianggap penting dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar karena untuk merekalah lembaga pendidikan didirikan.
Siswa-siswa SMU Negeri I Majalengka berjumlah 1172 orang mereka terbagi kepada tiga kelas yaitu kelas I, II, dan III. Masing-masing kelas terbagi lagi kepada beberapa bagian berdasarkan jumlah siswa dan kapasitas jumlah siswa per kelas.
Untuk perincian kelas serta jumlah siswa masing-masing kelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3
PERINCIAN JUMLAH SISWA SMUN I MAJALENGKA
TAHUN PELAJARAN 2002 / 2003
Kelas L P Jumlah
1 2 3 4
I.1
I.2
I.3
I.4
I.5
I.6 16
17
16
16
15
17 24
26
24
26
27
25 40
43
40
42
42
42
1 2 3 4
I.7
I.8
I.9
I.10 19
16
18
16 21
26
24
24 40
42
42
40
Jml Kelas I 166 247 413
II.1
II.2
II.3
II.4
II.5
II.6
II.7
II.8
II.9 19
15
21
19
14
18
21
16
14 24
28
22
25
28
26
22
25
28 43
43
43
44
42
44
43
41
42
Jml. Kelas II 157 228 385
IPA.1
IPA.2
IPA.3
IPA.4
IPS.1 22
14
19
20
20 16
26
20
18
26 38
40
39
38
46
1 2 3 4
IPS 2
IPS 3
IPS 4
Bahasa 14
15
22
20 32
31
24
15 46
46
46
35
Jml. Kelas III 166 208 374

Siswa-siswa yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas II yang berjumlah 385. sedangkan yang dijadikan sampel adalah 40 % -nya saja.
Para siswa SMUN I Majalengka bukan saja anak-anak dari Kabupaten Majalengka, tetapi ada juga anak-anak dari luar Kabupaten Majalengka bahkan dari luar propinsi.
Disamping mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, siswa-siswa juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang diselenggarakan pihak sekolah sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing. Kegiatan ekstrakulikuler tersebut diantaranya :
a. Oleh Raga
b. Pramuka
c. PMR (Palang Merah Remaja)
d. PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
e. Paskibra
f. Ganapala (Pecinta Alam)
g. KIR (Karya Ilmiah Remaja)
h. Electro
i. Seni
j. Penyiaran
k. Keagamaan

D. Keadaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasana adalah faktor penting untuk mendukung terciptanya pendidikan dan pengajaran yang efektif dan efisien. Dapat pula dikatakan sarana dan prasarana pendidikan merupakan modal dasar terselenggaranya pendidikan dan pengajaran di lembaga / sekolah yang bersangkutan.
Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di SMU Negeri I Majalengka dapat diliihat pada table di bawah ini .
Tabel. 4
KEADAAN SARANA GEDUNG SMU NEGERI I MAJALENGKA
TAHUN PELAJARAN 2002/2003
NO RUANG JUMLAH LUAS (m2) STATUS
1 2 3 4 5
1. Kelas 28 2576 Milik
1 2 3 4 5
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21. Labolatorium
Perpustakaan
Lapangan Olah Raga
Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah
Guru
BP/BK
Masjid
OSIS
PMR
Ganapala
KIR
Koperasi Siswa
Band
Pramuka
Komputer Praktek
Komputer Bag. Kurikulum
Koperasi Guru
Gudang
Kantin 5
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 521
541
11696
58
46
189
85
130
38
12
12
12
64,5
38
12
54
12
64,5
71,2
74 Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
1 2 3 4 5
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28. WC. Kep. Sekolah
WC. Guru
WC Siswa
Ruang Satpam
Ruang Piket Guru
Aula
Lapangan Tenis/Basket 1
1
1
1
1
1
1 4
32
60
9
9
504
1200 Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik
Milik

E. Kegiatan Belajar Mengajar PAI
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama Islam di kelas II SMU Negeri I Majalengka berlangsung selama 90 menit (2 jam pelajaran) pada tiap minggunya. Guru PAI menyampaikan materi berdasarkan kurikulum tahun 1994 Suplemen GBPP 1999.
Jadwal pelajaran PAI pada masing-masing kelas II di SMU Negeri I Majalengka secara berurutan adalah :
- Di kelas II1 pada hari Selasa jam ke 1 dan ke 2 (07.00 – 08.30)
- Di kelas II2 pada hari Sabtu jam ke 7 dan ke 8 (12.15 – 13.45)
- Di kelas II3 pada hari sabtu jam ke 1 dan ke 2 (07.00 – 08.30)
- Di kelas II4 pada hari Jum’at jam ke 4 dan k3 5 (09.40 -11.00)
- Di kelas II5 pada hari Sabtu jam ke 5 dan ke 6 (10.30 – 12.00)
- Di kelas II6 pada hari Selasa jam ke 7 dan ke 8 (12.15 – 13.45)
- Di kelas II7 pada hari Selasa jam ke 3 dan ke 4 (08.30 – 10.00)
- Di kelas II8 pada hari Selasa jam ke 3 dan ke 4 (08.30 – 10.00)
- Di kelas II9 pada hari Jum’at jam ke 3 dan ke 4 (08.45 – 09.25)
dan (09.40 – 10.20)
untuk kelas II ini, pelajaran PAI disampaikan oleh Bapak Drs. E Suganda dan Ibu Hj. Konok, S.Ag. sedangkan untuk kelas I dan III disampaikan oleh Bapak Teddy Kusnadi, S.Ag dan Bapak Drs. M. Muslim. Sedangkan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi di kelas II SMU Negeri I Majalengka diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Metode Ceramah, bervariasi.
2. Metode Diskusi.
3. Metode Tanya Jawab.
4. Metode Demonstrasi
Untuk materi menuntut aspek psikomotor (seperti shalat, dan bacaan do’a-do’a atau ayat), Guru PAI mengunakan musholla dalam pelaksanaannya. Namun ketika ujian dilakukan di kelas saja. Kehadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar PAI dapat dikatakan baik. Kehadiran mereka tiap bulannya mencapai 99 %.

F. Prestasi Belajar PAI Kelas II
Salah satu tujuan akhir dalam kegiatan belajar mengajar ini adalah mencapai prestasi yang baik. Dan itu bisa diukur dengan melaksanakan evaluasi dalam bidang Pendidikan Agama Islam terhadap anak didik. Penilaian terhadap kegiatan Belajar Mengajar ini ditujukkan dengan angka nilai di raport dan mengenai data nilai rata-rata siswa ini dapat dilihat pada table di bawah ini.

Tabel. 5
NILAI RATA-RATA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KELAS II SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2002/2003
NO KELAS JUMLAH RATA-RATA
1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. II.1
II.2
II.3
II.4
II.5
II.6
II.7
II.8
II.9 334
356
327
345
363
349
329
303
345 7,8
8,5
7,6
6,8
8,6
7,9
7,8
7,4
7,4
Di samping prestasi akademik di atas, beberapa orang siswa kelas II juga telah berhasil meraih prestasi dengan menjadi juara cerdas cermat tingkat propinsi tahun 2000 , juara Nasyid ke I dan Ke II tingkat kabupaten, yang semuanya itu dimenangkan oleh kelas II yang aktif di DKM, serta siswi yang aktif di kegiatan keputrian.

G. kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka
Kegiatan keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dakwah sekolah. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat ini para remaja sebagai generasi muda Indonesia sedang menghadapi tantangan globalisasi yang dahsyat di tengah warisan krisis multidimensi bangsa yang parah.Tantangan global tidak saja dalam masalah derasnya infiltrasi budaya asing melalui berbagai media cetak dan elektronik yang sarat membawa nilai-nilai deislamisasi, tetapi juga tantangan persaingan kerja global dan regional, perdagangan bebas melewati batas-batas negara tanpa ada lagi proteksi bagi industri-industri lokal dalam negeri dari serangan produk-produk luar. Hal ini diperparah dengan derasnya demoralisasi antara lain ; kasus narkoba di kalangan pelajar, seks bebas, tawuran dan lain-lain.
Mereka adalah remaja. Mereka adalah generasi muda kita yang mewarisi kondisi bangsa yang rusak ditengah badai demoralisasi yang parah. Adalah tugas kita semua untuk menyelamatkannya, tidak terkecuali. Pembekalan keimanan dan pengetahuan harus kuat. Sekolah sebagai bagian dari pendidikan dan tempat hidup remaja pelajar, memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian remaja. Disamping itu, proses pendidikan tidak hanya proses pemberian materi. Namun pendidikan juga merupakan proses pembentukan sosok. Generasi yang diharapkan muncul untuk memegang masa depan bukan saja generasi yang cemerlang otaknya, tetapi mereka adalah generasi yang memiliki moral . Oleh karena itu, seorang pengajar juga berkewajiban menanamkan nilai moral dan etika kepada pelajar. Bagi seorang muslim, moral dan etika itulah yang akan membentuk pelajar memiliki kepribadian islam yang mantap. Sedangkan pada Sekolah Menengah, porsi moral dan etika yang terbingkai dalam pelajaran agama hanya mendapat bagian dua jam dalam seminggu. Tentu saja ini terasa kurang apalagi mengingat kondisi remaja saat ini.
Maka dengan kegiatan keputrian ini sebagai salah satu bentuk dakwah sekolah diharapkan remaja bisa membendung arus demoralisasi ini dan kembali kepada nilai-nilai Islam yang membawa kepada keselamatan. Dakwah sekolah, khususnya usia Sekolah Lanjutan (SLTP) dan Sekolah Menengah (SMU/SMK), cukup mewakili pendinian proses Tarbiyah Islamiyah. Fase ini merupakan fase yang sangat berguna bagi pembentukan kepribadian seseorang, yaitu fase dimulainya kematangan fisik, intelektual, dan kejiwaan, sehingga mampu menangkap pelajaran dan pengajaran dengan baik untuk kemaslahatan dirinya. Secara singkat, arti penting dakwah sekolah dapat disimpulkan dalam tiga kata kunci : lading emas dakwah yang efektif, massal dan strategis. Efektif, karena para pelajar lebih mudah direkrut dan didakwahi dengan baik dibandingkan dengan kalangan kampus/mahasiswa. Disebut massal, karena jumlah manusia pelajar jauh lebih banyak daripada mahasiswa. Disebut strategis, karena dakwah sekolah dalam jangka panjang akan mensuplai SDM saleh di berbagai lapisan masyarakat sekaligus, baik buruh dan pekerja, wiraswastawan dan kaum profesional, maupun calon pemimpin di masa depan. Jadi dalam hal ini, dakwah sekolah bertujuan untuk mewujudkan barisan remaja pelajar yang mendukung dan mempelopori tegaknya nilai-nilai kebenaran, mampu menghadapi tantangan masa depan, dan menjadi batu bata yang baik dalam bangunan masyarakat Islam. (Koesmarwanti Nugroho Widiyantoro :66 :2002).
Dalam melaksanakan aktivitas dakwah di Sekolah, siswa memerlukan wadah untuk berekspresi, baik wadah formal keagamaan (kerohanian islam/Rohis) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), maupun dan kegiatan ekstrakurikuler.Wadah yang paling strategis untuk berdakwah adalah Kerohanian Islam. Kerohanian Islam menjadi organisasi yang langsung berkompeten terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah, melalui program-program baik formal maupun informal yang dikoordinir oleh pengurusnya. Siswa memainkan peran dengan menduduki posisi sebagai penggerak atau pengurus baik sebagai pengurus inti, maupun staff didalamnya.
Di SMU Negeri 1 Majalengka, Dewan Keluarga Mesjid At-Taqwa berdiri pada tahun 1987. Organisasi ini memiliki tiga seksi, yang pada tahun 1999 istilah seksi ini diganti dengan istilah biro. Ketiga biro tersebut adalah biro imaroh, biro idaroh, dan biro riayah. Di bawah biro trsebut terdapat sub biro. Biro imaroh merupakan biro yang memiliki tugas dalam hal memakmurkan mesjid. Biro idaroh merupakan biro yang memiliki tugas dalam hal penertiban administrasi organisasi dan pengembangan kepustakaan islam.Sedangkan biro riayah merupakan biro yang memiliki tugas dalam hal pemeliharaan dan penyediaan sarana dan prasarana mesjid At-Taqwa. Pada tahun 2002 terjadi penambahan sub biro pada biro imaroh yaitu biro Keputrian.
Sebenarnya, kegiatan keputrian ini sudah dimulai sejak tahun 1997. Namun karena masih dalam masa perintisan, maka tidak heran jika masih banyak ditemukan kendala diantaranya ; kurangnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan ini, serta kurangnya SDM pembimbing siswa yang biasanya dilakukan oleh alumni SMU ini.Baru pada tahun 2000 kegiatan keputrian ini berjalan dengan baik dan sudah mulai berkembang.

Mengenai kegiatan umum DKM At-Taqwa ini adalah :
1. Kajian Islam Mingguan (Kuliah Dhuha)
Merupakan kegiatan pengajian agama Islam secara menyeluruh . Pelaksanaannya pada hari Minggu waktu Dhuha. Sasaran kegiatan adalah ikhwan dan akhwat SMU Negeri 1 Majalengka. Pelaksana kegiatan sub biro kuliah di bawah koordinasi biro imaroh.
2. Fikhun Nisa (Kuliah Jum’at)
Merupakan kegiatan pengajian berbagai hal yang bersifat kewanitaan Islam . Dilaksanakan pada hari Jum’at setelah jam belajar sekolah. Sasaran kegiatan Akhwat SMU Negeri 1 Majalengka. Pelaksananya sub biro keputrian san sub biro kuliah di bawah koordinasi biro Imaroh.

3. Qiro’atul Kutub
Merupakan kegiatan pengajian kitab. Dilakanakan pada hari Minggu .Sasaran aktivis DKM At-Taqwa. Pelaksananya sub biro dakwah di bawah koordinasi biro Imaroh.
4. Study Islam Intensif (Menthoring)
Merupakan kegaiatan pengajian agama Islam secara menyeluruh. Dilaksanakan pada hari yang telah ditentukan dan disepakati oleh aktivis. Sasaran aktivis DKM At-Taqwa . Pelaksana sub biro dakwah di bawah koordinasi biro Imaroh.
5. Riyadloh
Merupakan kegiatan pelatihan (tenaga dalam). Dilaksanakan pada hari yang telah ditentukan dan disepakati oleh rapat aktivis. Sasaran aktivis DKM At-Taqwa. Pelaksana sub biro riyadloh I bawah koordinasi biro Imaroh.
6. Fokus
Merupakan kegiatan penyampaian dakwah Islamiyah melalui tulisan.Dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Sasaran Ikhwan dan Akhwat SMU Negeri 1 Majalengka. Pelaksana sub biro KIRI, di bawah koordinsi biro Imaroh.
7. Infaq
Merupakan kegaiatan mengkoordinir infaq dari warga sekolah. Dilaksanakan pada hari Sabtu . Sasaran siswa dan siswi serta warga sekolah lainnya.Pelaksana sub biro Bazis di bawah koordinasi biro Imaroh.

8. Shalat Dzuhur dan Shalat Jum’at berjamaah
Merupakan kegiatan mengkoordinir shalat Dzuhur dan shalat Jum’at berjamaah. Dilaksanakan setiap hari (shalat Dzuhur) dan hari Jum’at (shalat Jum’at). Sasaran Ikhwan dan Akhwat untuk shlat Dzuhur , dan Ikhwan saja untuk shalat Jum’at. Pelaksana sub biro kuliah dan sub biro dakwah di bawah koordinasi biro Imaroh.
Sedangkan untuk Keputrian , kegiatannya antara lain :
1. Kuliah Jum’at
2. Kuliah Dhuha
3. Menthoring Akhwat
Sebenarnya, kegiatan keputrian ini dianjurkan untuk semua siswi dari kelas 1 sampai kelas 3. Namun kondisi kelas 1 yang masih dalam masa adaptasi dengan lingkungan sekolah baru mereka, serta kondisi kelas 3 yang menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN) sehingga dibatasi, maka kelas 2 lah yang lebih aktif mengikuti kegiatan keputrian ini.
Adapun materi-materi yang disampaikan adalah :
1. Kuliah Jum’at
Dilaksanakan pada hari Jum’at , pukul 11.30 – 12.30.
Temanya antara lain :
* Muslimah cantik dan menarik
* Pendidikan seks dan batasan pergaulan
* Muslimah ramah lingkungan
* Jati diri Muslimah Sejati
* Perhiasan Muslimah
* Pesona hati
* Cinta
* Pejuang Muda Islam
* Senyum
* Pemuda Dahulu dan Sekarang
* Psikologi remaja
2. Kuliah Dhuha
Dilaksanakan pada hari Minggu, pukul 08.30 -10.00 .
Temanya antara lain :
* Indahnya Kesabaran
* Sumbangan Islam Untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi / Iptek
* Biar Funky Asal Masuk Syurga
* Berbakti Pada Orang Tua
* Revolusi Jilbab
* Indahnya Hidup Bersama Rasul
* Hakikat Isra Mi’raj
* Remaja dan Media
* Gender dalam Pandangan Islam.
3. Menthoring Akhwat
Menthoring agama adalah forum pengkajian agama Islam secara lebih mendalam dalam jumlah anggota yang terbatas ; 8 – 12 orang tiap kelompok, dengan pokok bahasan focus pada masalah akidah, akhlak, dan ibadah. Waktu serta tempat pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing kelompok. Namun biasanya dilaksanakan pada saat jam pelajaran di sekolah telah usai.
Adapun materi materinya antara lain :
* Tawazun
* Ikhlassunniyah
* Aqidah Islamiyah
* Makna Basmallah
* Al-Iman
* Rukun Islam
* Ma’rifatullah
* Ma’rifaturrasul
* Ukhuwah Islamiyah
* Pentingnya Akhlaq Islami
* Pentingnya Pendidikan Islam
* Ghazwul Fikri
* Dan lain-lain.
Adapun pemateri dalam kegiatan keputrian ini adalah mereka dari kalangan guru SMU Negeri 1 Majalengka dan para Alumni sekolah ini.
Maka demikianlah, dengan kegiatan keputrian ini, diharapkan selain bisa melengkapi kebutuhan akan Pendidikan Agama Islam yang hanya mendapat porsi dua jam dalam seminggu ini, juga diharapkan akan dapat menumbuhsuburkan kader-kader dai yang banyak dan berkualitas, juga simpatisan-simpatisan yang massal. Mereka akan mengisi dan mewarnai lembaga-lembaga profesi di masa depan ; perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, birokrasi, Perguruan Tinggi, LSM, wiraswasta, dan tentu saja di masyarakatnya sendiri, baik sebagai para pemimpin hingga level basis massa. Mereka akan menjadi agen-agen perubahan skala sistem, membersihkan seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dari korupsi, kolusi dan nepotisme yang sudah akut. Mereka adalah generasi baru yang akan membawa bangsa dan umat Islam kepada zaman baru, era baru yang lebih cemerlang, profesional, maju, kuat, dan tentu saja berakhlak.

BAB IV
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI DENGAN YANG TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN KEPUTRIAN DI SMU NEGERI 1 MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA
A. Prestasi Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Keputrian
Untuk memperoleh data tentang prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dalam bidang Pendidikan Agama Islam di SMU Negeri I Majalengka Kabupaten Majalengka, Penulis mendapatkan data dari daftar nilai semester I tahun pelajaran 2002/2003 untuk 40 orang siswa yang mengikuti kegiatan keputrian.
Daftar nilai semester tersebut dapat dilihat dalam bentuk table berikut.:
Tabel 6
Prestasi Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Keputrian
NO NAMA NILAI
1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.
1
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13. Asri Dena Veviana
Dede Rosdiyah
Ima Turyani
Irin Tarinih
Linda Hindiana
2
Marini
Nira Herliana
Raden Anis Khaerunnisa
Vina Sopianingsih
Deasy Rachmawati
Nining Winingrum
Piah Siti Marpuah
Romlah 8
9
9
9
9
3
9
9
9
9
9
9
9
9
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
1
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35. Ana maryani
Anggi Ekawati
Cicih Rahmana
Dea Pranita Adelina
Dian Ratna Suminar
Endah Permasih
Enjun Junaedi
Fely Nunung
Krisna Yuniasih
Nina Laelatu Jannah
Rismawati Ramdani
Sisi Fabrianti
2
Vigy Maydatika
Homisah
Liesda Nurdiani Adnan
Malia Ulpah
Soraya Dewi
Nuni Fitriyanti
Nur Annafi Farni
Ratih Siti Suhartati
Revita Kartikasari
Ayu Sri Rahayu 9
9
9
9
9
9
8
8
9
8
9
9
3
9
9
9
9
8
9
9
9
8
9
36.
37.
38.
39.
40. Dewi Nurmaliyah
Hanifah Purnamasari
Linda Wulandari
Nulaely
Nursaenah 8
8
7
8
8
Jumlah rata-rata 8,7

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dalam bidang Pendidikan Agama Islam di SMU Negeri I Majalengka Kabupaten Majalengka, memperoleh nilai rata-rata 8,7.
B. Prestasi Belajar Siswa Yang Tidak Mengikuti Kegiatan Keputrian
Untuk memperoleh data tentang prestasi belajar siswa yang tidak mengikuti kegiatan keputrian dalam bidang PAI di SMU Negeri I Majalengka, Kabupaten Majalengka, penulis mendapatkan data dari daftar nilai semester I tahun pelajaran 2002/2003 untuk 40 orang siswa yang tidak mengikuti kegiatan keputrian
Daftar nilai semester tersebut, dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut:

Tabel. 7
Prestasi Belajar Siswa yang Tidak Mengikuti Kegiatan Keputrian
NO NAMA NILAI
1 2 3
1.
2.
3.
4.
5. Ade Lasiah
Cita Anggraeni
Indah Kurniawati
Nevi Risnawati
Nina Karlinah 7
8
8
8
9
6.
7.
8.
9.
10.
1
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27. Rika Mukhlisa Syakbani
Eni Nuraeni
Fina Agustin
Irma Santi
Dessi Gita Raenita
2
Geby Sitha Hellena
Intan Sri Rahayu
Nita Dwi Wahyuni
Novi NUani
Suci Fitriani
Gilang Dwi Komalasari
Rara Bela Lestary
Reta Yunita
Sri Listriani
Vani Mandasari
Vina Nurmasari
Ratnawati
Nurlaila
Regina Prianto
Rina Nirwana Sari
Rusmiati
Tiara Anggraeni 7
8
8
8
8
3
8
8
8
7
7
7
8
8
7
7
7
7
7
8
8
8
8
28.
29.
30.
1
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40. Windri Dewi Ayu
Citra Lestari
Krisna Oktaliani
2
Krisna Wulan Oktaviani
Siska Mauliani
Theresia Astri Ayu
Herni Komalasari
Ike Mayang Arum
Wina Agustina
Yuan Fitriani
Dianina
Sugiarti
Rismayani 7
8
8
3
8
8
8
8
9
8
8
9
9
9
Jumlah rata-rata 7,85
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa prestasi belajar siswa yang tidak mengikuti kegiatan keputrian dalam bidang Pendidikan Agama Islam di SMU Negeri I Majalengka Kabupaten Majalengka memperoleh nilai angka rata-rata 7,85
C. Perbandingan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Antara Siswa yang Mengikuti Kegiatan Keputrian dengan Yang Tidak Mengikuti
Untuk membandingkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang mengikuti kegiatan keputrian dengan yang tidak di SMU Negeri I Majalengka, Penulis membuat tabel terlebih dahulu, yang dapat dilihat di bawah ini.

UJI KESAMAAAN RATA-RATA

X = Nilai PAI Siswa yang mengikuti Kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka
Y = Nilai PAI Siswa yang tidak mengikuti Kegiatan Keputrian di SMU Negeri 1 Majalengka

No. X Y x=X-Mx y=Y-My x2 y2
1 9 9 0,3 1,15 0,09 1,3225
2 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
3 9 9 0,3 1,15 0,09 1,3225
4 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
5 9 9 0,3 1,15 0,09 1,3225
6 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
7 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
8 9 9 0,3 1,15 0,09 1,3225
9 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
10 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
11 9 9 0,3 1,15 0,09 1,3225
12 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
13 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
14 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
15 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
16 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
17 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
18 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
19 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
20 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
21 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
22 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
23 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
24 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
25 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
26 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
27 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
28 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
29 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
30 8 8 -0,7 0,15 0,49 0,0225
31 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
32 9 7 0,3 -0,85 0,09 0,7225
33 8 7 -0,7 -0,85 0,49 0,7225
34 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
35 8 7 -0,7 -0,85 0,49 0,7225
36 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
37 8 7 -0,7 -0,85 0,49 0,7225
38 9 8 0,3 0,15 0,09 0,0225
39 8 7 -0,7 -0,85 0,49 0,7225
40 7 7 -1,7 -0,85 2,89 0,7225
348 314 10,4 15,1

Dari Tabel Hasil Pengamatan diperoleh nilai –nilai sebagai berikut:

Maka diperoleh
Nilai Rata-Rata X,

Nilai Rata-Rata Y,

Standar Deviasi X,

Standar Deviasi Y,

Standar Error Rata-Rata X,

Standar Error Rata-Rata Y,
Standar Error Gabungan,

Karena itu akan diuji Hipotesis berikut ini:
, Tidak terdapat perbedaan siginifikan antara nilai rata-rata PAI siswa yang mengikuti keputrian dengan nilai PAI siswa yang tidak mengikuti keputrian
, Terdapat perbedaan siginifikan antara nilai rata-rata PAI siswa yang mengikuti keputrian dengan nilai PAI siswa yang tidak mengikuti keputrian

Maka dihitung Statistik Uji t (student’s t)

Kriteria Penolakan dan Penerimaan
Pada Taraf Signifikansi 0,05
Terima Ho, Jika t hitung t tabel 0,025;39 (nilai dari tabel t dengan =0,05 dengan derajat bebas 39)

Aturan Keputusan
Karena Berdasarkan perhitungan dari data diperoleh t = 6,6510 yang nilainya lebih besar dari nilai t0,025;39 = 2,3313.
Maka Ho ditolak, dan H1 diterima pada taraf signifikansi 0,05

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Prestasi belajar siswa kelas II yang mengikuti kegiatan keputrian pada bidang study PAI di SMU Negeri 1 Majalengka bernilai lebih baik, dengan nilai mean (rata-rata) yang diperoleh sebesar 8,7.
2. Prestasi belajar siswa kelas II yang tidak mengikuti kegiatan keputrian pada bidang study PAI di SMU Negeri 1 Majalengka bernilai baik,hal ini terbukti dari hasil mean (rata-rata) yang diperoleh sebesar 7,85. Jadi selisih nilai prestasi belajar antara yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti kegiatan keputrian yaitu 0,85.
3. Dari analisis perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (kuat/meyakinkan ) dalam prestasi belajar siswa antara yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti kegiatan keputrian dalam bidang study PAI di SMU Negeri 1 Majalengka . Prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan keputrian lebih unggul dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang tidak mengikuti kegiatan keputrian.

B. Saran-Saran
Ada beberapa saran yang ingin dikemukakan penulis sehubungan dengan hasil penelitian ini, antara lain :
1. Agar siswa yang mengikuti kegiatan keputrian lebih banyak, sebaiknya program kegiatan ditingkatkan kualitasnya hingga dapat menarik minat siswa lainnya.
2. Hendaknya dijalin komunikasi serta koordinasi yang baik antara Alumni dan guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan program kegiatan keputrian, agar selalu berjalan lancar serta memudahkan tercapainya tujuan seperti yang telah dicita-citakan bersama.

D A F T A R P U S T A K A

Anas Sudijono
1999 Pengantar Statistik Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
B.SuryoSubroto
1990 Beberapa Aspek Dasar-Dasar Kepedidikan, Rineka Cipta, Jakarta.
B. SuryoSubroto
1997 Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Rineka Cipta,
Jakarta.
Hasbi Ashshiddiqy,
1985 Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama
RI, Jakarta.
H.M. Arifin
1995 Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum),
Bumi Aksara, Jakarta.
Muhibbin Syah
1995 Fsikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru,
Remaja Rosda Karya, Bandung.

Suharsimi Arikunto
1993 Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi,
Rineka Cipta, Jakarta.
Suharsimi Arikunto
1996 Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta.

Undang-undang Republik Indonesia (TAP MPR RI ) Nomor 2
1993 Tahun 1989, Sistem Pendidikan Nasional, CV Rineka
Ilmu, Semarang.
Wayan Nurkancana dan P.P.N sumartana
1985 Evaluasi Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya.
Zakiyah Daradjat
1996 Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.